Matanya terbeliak ke belakang apabila zakarku yang besar itu memasuki farajnya yang menitis, setiap tusukan menghantar gelombang keseronokan ke seluruh tubuhnya yang menggeletar. Cadar katil meresap keluar dari orgasmenya yang memancut ketika aku tanpa henti memukul farajnya yang ketat, meregangkan dindingnya untuk menampung batangku yang tebal. Erangannya bertukar menjadi jeritan ketika dia datang berulang kali, tidak terkira berapa kali aku menolaknya ke tepi. Dengan setiap penarikan diri, rayuannya yang terdesak untuk lebih banyak memenuhi ruangan itu, tubuhnya mengidamkan kepuasan yang kuat yang hanya dapat diberikan oleh zakarku yang besar itu.

⏱ 11:10 Orgasme