Setelah menjalani hukuman, siswi polos ini mengetahui hukuman khusus dari kepala sekolah. Penisnya yang besar meregangkan vagina remaja yang sempit saat ia membungkukkannya di atas mejanya. Meja kayu berderit keras setiap kali ia melakukan dorongan yang kuat. Tanpa perlindungan, ia membanjiri rahimnya yang subur dengan berliter-liter sperma panas, memastikan benihnya berakar. Seragamnya basah kuyup oleh sperma saat ia berjalan pulang, cairan kentalnya menetes di pahanya dan menandainya sebagai miliknya.

⏱ 12:44 Siswi